Workshop Perencanaan dan Pengembangan Produk/Jasa, serta Analisis Sumber Daya di SMKN Nusawungu

SMKN Nusawungu menyelenggarakan Workshop Perencanaan dan Pengembangan Produk/Jasa serta Analisis Sumber Daya dalam rangka Program Bantuan Pemerintah Teaching Factory pada 17–18 September 2025 bertempat di Ruang Meeting SMKN Nusawungu. Kegiatan ini diikuti oleh Bapak/Ibu Guru Teknik Pemesinan serta perwakilan guru dari berbagai program keahlian SMKN Nusawungu.

Acara dibuka secara resmi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars SMK yang dipimpin oleh Bapak Sulasdi, kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Kepala SMKN Nusawungu, Ibu Sri Windiarti, S.Pd., M.Pd.

Materi Hari Pertama disampaikan oleh Dr. Ir. Aan Ardian, M.Pd yang mengupas tentang Perencanaan dan Pengembangan Produk/Jasa serta Analisis Sumber Daya. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya identifikasi produk/jasa yang harus mencakup empat aspek utama, yakni kesesuaian kompetensi, permintaan pasar, feasibility, dan profit margin. Selain itu, analisis produk sebaiknya dilakukan melalui segmentasi pasar dengan mempertimbangkan kekuatan pukul. Motto yang beliau tekankan kepada peserta adalah: “Komitmen dan Konsisten dalam mengembangkan usaha.”

Materi hari ke-dua diisi oleh Bapak Muhammad Bintoro Manufacturing Director PT Liebra Permana yang berbagi pengalaman bekerja di berbagai perusahaan serta menjelaskan alur proses produksi di bidang manufaktur velg kendaraan mobil maupun motor. Pemaparan ini memberikan wawasan praktis kepada guru-guru mengenai standar industri yang dapat dijadikan rujukan dalam pembelajaran Teaching Factory.

Selanjutnya, kegiatan berlanjut dengan group discussion yang difokuskan pada perancangan produk Nusa Hammer serta analisis sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mendukung proses produksinya. Diskusi ini dipandu oleh Guru Teknik Pemesinan SMKN Nusawungu, sekaligus menjadi forum kolaboratif bagi para pendidik dalam menyusun rencana strategis pengembangan produk sekolah.

Acara kemudian ditutup secara resmi oleh Kepala SMKN Nusawungu. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru mampu memperkuat pemahaman terkait pengembangan produk berbasis Teaching Factory, serta mengintegrasikannya dengan kebutuhan pasar dan potensi sekolah sehingga dapat mendukung SMKN Nusawungu sebagai pusat pembelajaran berbasis industri yang relevan dan berdaya saing tinggi.

Previous
Next

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buka Chat
Halo👋
Ada yang bisa kami bantu?